Wednesday, April 15, 2020

Kamu anak kopi?

Posted by Afani Rahmatika at 2:05 AM 0 comments

Saya hanya ingin sedikit sharing kesukaan saya sama kopi. Beberapa yang akan saya jabarkan diambil dari referensi yang insyaallah akurat, namun beberapa lagi bersumber dari pemikiran dan pengalaman saya sendiri. Disini saya akan bahas tentang kopi terutama dari sudut pandang kesehatan dan kebiasaan.

Dari dulu sekali saya hampir setiap hari minum cappucino karena enak dan murah, tentu cappucino murahan yang dijual di kantin sekolah. Hingga suatu hari entah apa yang terjadi trend minum kopi semakin pesat hingga satu kota ini dipenuhi kedai kopi disetiap pojoknya. Untuk pertama kali saya minum kopi seduhan dari biji kopi asli yang saya beli di salah satu kedai kopi, saya langsung jatuh cinta pada tegukan pertama. Hahaha terlalu berlebihan. Tapi memang ada sensasi yang berbeda yang saya rasakan dibalik pahitnya rasa kopi yang saya minum. Terlebih jika hati dan pikiran sedang tidak kondusif, maka kopi adalah teman terbaik untuk menemani saya duduk mencari ketenangan.

Menurut saya, kebiasaan minum kopi banyak membawa dampak positif. Berdasarkan penjelasan ilmiah yang saya dapat dari salah satu materi kuliah di kampus pun juga begitu. Sayangnya, untuk sebagian orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi dengan efek kopi, tidak bisa menikmati efek kopi yang sangat menyenangkan ini. Mereka malah akan gemetar dan merasa tidak enak badan. Saya akan coba jelaskan dari segi ilmiah bagaimana kopi dapat mempengaruhi mood kita.

Kandungan utama kopi yang paling berpengaruh adalah kafein, dimana senyawa ini akan merangsang kerja Sistem Saraf Pusat (otak) dengan kuat. Seperti yang kita tau, otak merupakan organ yang mengatur segala hal yang terjadi dalam tubuh. Dengan rangsangan kafein terhadap otak, dapat menyebabkan hilangnya rasa kantuk, lelah, daya pikir semakin cepat, meningkat, dan jernih, serta emosi pun lebih stabil. Mungkin kafein meningkatkan kinerja otak sebagai hasil dari kerjanya yang membuat jantung berdebar, sehingga aliran darah semakin lancar dan sirkulasi dari oksigen di otak juga lebih banyak. Hmm saya tidak akan membahas segi ilmiah dengan berat, mungkin lebih santai bisa lebih baik untuk dicerna maksudnya.

Kalau begitu, sudah tau belum berapa kadar kafein yang sebaiknya dikonsumsi?
Satu cangkir kopi (sekitar 180 ml) mengandung kadar kafein sekiar 100 – 150 mg. Dalam rentang kadar 70 – 200 mg kafein dapat memberi efek stimulasi terhadap sistem saraf pusat, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, serta dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Menurut saya sih satu cangkir sudah cukup, mungkin dua cangkir boleh juga karena waktu paruh kafein dalam tubuh adalah selama 6 jam. Artinya dalam 6 jam kafein yang kita minum akan berada dalam darah dan akan dikeluarkan dari tubuh sebanyak setengah dari keseluruhannya. Jadi efeknya akan terasa dalam waktu 6 jam itu. Menurut salah satu guideline pun sebaiknya kafein dikonsumsi dalam satu hari tidak lebih dari 400 mg, dimana dalam satu kali minum hanya boleh sebanyak 200 mg.

Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat berakibat terjadinya toleransi. Secara lebih sederhana, toleransi adalah keadaan dimana tubuh tidak lagi mempan dengan jumlah biasa yang kita minum. Untuk mendapat efek yang kita inginkan akan dibutuhkan dosis yang semakin tinggi, dengan kata lain kebutuhan kafein yang diminum akan semakin meningkat dari sebelumnya untuk mendapat efek yang sama. Bahayakah?

Tentu, apapun yang berlebihan tentu saja tidak baik. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan gejala kecemasan, sulit tidur (insomnia), sering buang air kecil, wajah memerah, saluran cerna terganggu, kejang otot, jantung berdebar (takikardia), ritme jantung yang tidak stabil (aritmia), agitasi psikomotor, dsb. Tapi sebenarnya keracunan kafein sangat jarang teradi. Gejala yang biasa timbul biasanya seperti muntah dan kejang.

Oh iya, selain itu perlu sekali diperhatikan waktu-waktu yang sebaiknya jangan mengkonsumsi kopi sama sekali yaitu ketika kita mengkonsumsi obat-obatan. Kafein dapat berinteraksi dengan beberapa obat, mengakibatkan efek obat yang diharapakan dapat terganggu atau bahkan dapat berakibat fatal dalam terapi. Jadi, kalau sakit usahakan puasa ngopi dulu yaa hehe.

Efek kopi dalam sudut pandang kesehatan sebenarnya sangat banyak sekali. Ingin saya jabarkan semuanya tapi akan membuat tulisan ini jadi sangat panjang. Intinya dalam setiap kopi yang kita minum akan memberikan dampak positif dan negatif terhadap tubuh. Jadiiii, ngopi yuk? Hehehe

Tulisan saya memang berantakan, karena saya tidak pernah belajar bagaimana cara menulis yang baik. Tapi bagaimanapun, saya ingin sekali bercerita dengan lebih banyak orang mengutarakan yang saya pikirkan. Terimakasih yang sudah menyempatkan membaca tulisan ini sampai habis, kapan-kapan saya traktir segelas kopi hangat yaaa hehehe.

Saturday, November 18, 2017

Cara cermat konsumsi vitamin C

Posted by Afani Rahmatika at 6:40 PM 9 comments
Manfaat You C 1000 Vitamin Water - Manfaat.co.id


Apakah kamu salah satu penggemar produk vitamin C?
Berapa butir/gelas produk vitamin C yang kamu konsumsi tiap hari?
Atau berapa banyak yang kamu konsumsi dalam satu kali pemakaian?

Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang penting untuk kesehatan tubuh kita. Sebenarnya tanpa kita sadari, setiap harinya kita mengkonsumsi vitamin C dari makanan yang kita makan misalnya dari cabai, tomat, buah-buahan, minuman, dsb. Selain digunakan untuk suplemen atau memenuhi kebutuhan tubuh, vitamin C juga sering digunakan sebagai pengawet dari beberapa produk makanan ataupun obat-obatan. Beberapa manfaat dari vitamin C yaitu sebagai antioksidan, memperbaiki jaringan kulit, mencegah penuaan dini, mencegah stroke, mencegah naiknya tekanan darah, menjadi obat pencegah beberapa penyakit dan sebagainya.

Meskipun vitamin C memiliki peran penting bagi tubuh, vitamin ini dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit bagi tubuh yaitu lebih kurang sebanyak 90mg/hari. Vitamin C ini tidak dapat disintesis oleh tubuh, berarti untuk memenuhi kebutuhan vitamin C kita harus mendapatkannya dari luar tubuh dengan cara mengkonsumsinya. Vitamin C ini merupakan vitamin yang larut air sehingga mudah dieskresikan ke luar tubuh.

Banyak sekali produk suplemen ataupun makanan/minuman mengandung vitamin C yang dijual dipasaran. Banyak orang yang suka mengkonsumsi produk mengandung vitamin C setiap harinya karena selain harganya yang murah juga produk ini tersedia dengan berbagai varian rasa seperti rasa jeruk, anggur, lemon, dll. Namun pernahkah kamu memperhatikan berapa kandungan vitamin C yang terdapat dalam suatu produk yang kamu konsumsi? Misalnya, tablet vitacimin mengandung vitamin C sebanyak 500 mg/tablet. Selain itu minuman UC 1000 mengandung vitamin C sebanyak 1000 mg/botol. Begitu juga dengan produk lainnya mengandung vitamin C dengan kadar yang berbeda-beda sesuai yang tertera pada kemasan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa orang hanya memerlukan sebanyak 90 mg vitamin C per harinya. Nah, terbayangkah berapa banyak kelebihan dosis vitamin C pada tubuh kita jika kita mengkonsumsi vitamin C dengan jumlah yang sangat tinggi? bahkan hingga 10 kali lipat?

Lalu, bahayakah overdosis vitamin C itu?

Tenang saja, tentu saja kelebihan vitamin itu tidak mebahayakan tubuh, berbeda dengan kelebihan dosis obat. Vitamin C yang berlebih dalam tubuh tidak akan memberikan efek toksik bagi tubuh, melainkan kelebihannya akan diekskresikan keluar tubuh bersama urin atau melalui organ ekskresi lainnya. Namun tentu saja dalam proses ekskresinya bisa jadi memperberat kerja ginjal. Yah walaupun gak berat-berat banget tapi kan nambah-nambahin kerja ginjal juga kan.

Bukan hanya itu loh, disini saya contohkan salah satu produk yaitu vitacimin. Coba kamu cermati keterangan cara penggunaan vitacimin yang ada pada kemasan kotaknya. Disana disebutkan bahwa konsumsi tablet sebanyak 2 tablet/hari. Nah loh? Buat yang udah baca penjelasan ini dari atas tadi pastinya udah tau kan salahnya apa. Kalo satu tablet vitacimin mengandung 500 mg vitamin C, berarti kita udah kelebihan vitamin C sebanyak 410 mg. Apalagi kalau kita konsumsinya dua tablet, berarti kita overdosis vitamin C sebanyak 910 mg. Mubazir banget kan ya.

Jadi sebaiknya jika ingin mengkonsumsi vitacimin, lebih baik tabletnya dibelah menjadi 4 atau 2 bagian. Tapi jangan disimpan sisa belahannya, kenapa? Bisa jadi vitamin C nya teroksidasi di udara jadi kalo diminum lagi setelah beberapa waktu berarti kita gak dapet lagi dong vitamin C nya, dapet tepungnya doang.

Sayangnya, jika tablet dibelah menjadi dua, tidak ada jaminan bahwa tiap belahan memiliki dosis yang sama. Misalnya, tablet mengandung 500 mg vitamin C, belum tentu belahan kanan dan kirinya mengandung masing-masing 250 mg. Karena dari proses pembuatan tabletnya saat dicetak, tidak dijamin homogenitas dari kadar zat aktif tabletnya.

Nah jadi saran aku sebagai konsumen dan pecinta vitacimin juga yang udah aku konsumsi sejak Taman Kanak-kanak. Kalau konsumsi vitacimin, belah jadi dua dan bagiin sisanya ke teman atau orang-orang terdekat karna berbagi itu indah wkwkwk. Menghindari kelebihan vitamin C dan tidak menambah-nambah kerja ginjal it’s mean tidak mubazir.

Tapi sebenarnya ada beberapa kondisi tubuh yang memerlukan konsumsi vitamin C dalam dosis besar, misalnya 1000 - 1500mg per hari, yaitu contohnya untuk mencegah kanker atau pada beberapa penyakit.

Walaupun vitacimin mirip dengan permen, jangan konsumsi banyak-banyak, cukup setengah tablet per harinya. Buat yang udah tau, mulai sekarang cermati lagi mengkonsumsi produk apapun, karena kadang ada keterangan pengkonsumsian yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Okay?
Semoga bermanfaat :)

Monday, September 18, 2017

Ekspektasi vs Realita Kuliah di Farmasi

Posted by Afani Rahmatika at 7:38 AM 9 comments
Ngomong-ngomong farmasi pasti orang-orang langsung kebayang apoteker yang kerjanya jualan obat di apotek. Akupun juga dulunya gitu, sebelum aku masuk ke dunia farmasi. Tapi faktanya enggak kok, tenang aja. Buat kalian yang pengen jadi mahasiswa farmasi, kita bukan pedagang obat dan kerja kita gak cuma di apotek, bisa dimana-mana.

Okay kali ini aku bukan mau bahas tentang apoteker ataupun kerjaan seorang apoteker di masyarakat. Tapi aku mau sharing tentang kuliah sebagai mahasiswa farmasi. Fyi aku kuliah di Fakultas Farmasi Unand dan sekarang masih on going sih, insyaallah dua tahun lagi wisuda. Aamiin.

Kenapa orang memilih kuliah di Farmasi?

Berdasarkan survey aku kebeberapa teman, senior, maupun junior kurang lebih alasannya sama. Kebanyakan karena mereka kepengen kuliah kesehatan tapi males ambil kedokteran karena mahal dan kuliahnya lama. Alasan lainnya karena mereka ingin kuliah di jurusan yang ilmunya bisa diterapin dalam kehidupan sehari-hari, jadi kalo sakit bisa ngobatin diri sendiri tanpa harus ke dokter. Alasan yang paling pasrah yaitu karna itu udah pilihan dua atau pilihan tiga dan kebetulan lulusnya disana atau karna rekomendasi dari tante, disuruh orang tua, bahkan ikut-ikut temen karna belum tau jati dirinya mau kemana. Alasan yang paling mulia adalah karena mereka pengen ngebuat obat yang belum pernah ada kayak obat kanker, HIV, dsb. Dan dari alasan-alasan itu alasan yang pertama dan kedua sama kayak aku.

Dan realitanya ketika kuliah di farmasi emang bener kok, kita bisa ngobatin diri-sendiri kalo lagi sakit. Minimal demam, sakit gigi, diare, infeksi atau sakit-sakit ringan lainnya kita ngerti. Dan juga penggunaan obat kita juga lebih tau, misalnya gak semua obat boleh digerus (dihaluskan), atau antibiotik yang cara konsumsinya gak boleh asal-asalan, atau penggunaan obat yang gak boleh ditelan tapi diletakin di bawah lidah.

Jadi anak farmasi asik gak sih?

So far asik-asik aja, seru, menantang, melelahkan banget. Sebelumnya aku gak begitu tau gimana kehidupan mahasiswa apalagi kehidupan anak farmasi. Yang kebayang ya kurang lebih kayak di sinetron-sinetron, kita kuliah, praktikum, pulang, weekend pergi hangout. Tapiiii kenyataannya beda banget. Saat kalian jadi mahasiswa farmasi, kalian bakalan jarang ketemu yang namanya weekend, jarang tidur, jarang makan, apalagi mau hangout, kecuali kalian tipe orang yang teratur dan disiplin.
Sebenarnya mungkin aku agak lebay, tapi faktanya kurang lebih kayak gitu. Berdasarkan pengalaman aku sih ya, kesibukan aku sebagai anak farmasi tu gak jauh-jauh dari LAB, seminggu praktikum sampai empat kali, laporan praktikum (laporan awal, laporan akhir, laporan sementara), analisa jurnal, cari-cari sampel untuk praktikum, bawa kotak praktikum yang isinya alat-alat praktikum, belum lagi tugas dosen waktu kuliah dan masih banyak lagi hal-hal (seru) lainnya.

Di Farmasi lebih sibuk kuliahnya atau praktikumnya?

Kalau bicara porsi kuliah dan praktikum sebenarnya dalam satu mata kuliah yang ada praktikumnya itu biasanya 3 sks, 2 sks untuk kuliah dan 1 sks untuk praktikum, yang artinya nilai kita lebih banyak persentasenya dari nilai kuliah dibandingkan praktikum. Tapi jangan salah, kuliah di farmasi itu lebih kerasa praktikumnya daripada kuliahnya. Walaupun kuliah banyak dan praktikum paling banyak 4 dalam seminggu, tapi bakalan kerasa kalo praktikum mendominasi keseharian di kampus maupun di rumah. Apalagi untuk mahasiswa tipe deadliners kronis kayak aku, bahkan kadang aku sampai ngorbanin kuliah aku demi bikin laporan yang belum selesai. Masuk kuliah tapi sambil ngerjain laporan.

Praktikum di farmasi ngapain aja?

Simplenya sih cari sampel (untuk praktikum yang sampelnya cari sendiri), bikin laporan awal, pakai atribut untuk ke LAB, masuk LAB, responsi awal, kerja, bikin laporan sementara, responsi akhir, bikin laporan akhir, selesai, lanjut minggu depannya dengan objek berbeda. Tapi prosesnya gak semudah itu, cari sampel terkadang sulit apalagi kalau praktikum yang bahannya dari alam. Kita kudu keliling-keliling kampung nyariin tanaman, minta ke kebun orang, kadang sampe mungut dipinggir jalan, tapi kalau mau gampang tinggal beli di pasar dan gak semua bisa dibeli sih sebenarnya.
Hal yang paling seru dan asyik dari praktikum adalah saat kerja di LAB, apalagi kalau ketemu alat-alat baru yang belum pernah kita pakai bahkan belum pernah kita lihat sebelumnya. Sejauh ini setelah 5 semester aku praktikum menurut aku sih praktikum yang paling seru itu adalah praktikum yang menggunakan bahan alam seperti isolasi, ekstraksi, pokoknya ngambil suatu zat dari bahan alam dan satu lagi praktikum yang kerjanya buat obat. Tapi dari serunya berbagai praktikum di farmasi, bikin laporan adalah hal yang paling males banget buat dikerjain. Apalagi yang referensinya harus dilampirkan dan distabilo perkalimat yang kita kutip, tapi sebenarnya gak sesulit yang dibayangin kok.

Di Farmasi belajar apa aja?

Buat orang-orang awam pasti mikirnya belajar kimia everyday karena kerjaan anak farmasi bikin obat. Tapi sebenarnya gak juga, emang sih kimia mendominasi tapi hampir sama banyak porsinya dengan biologi. Dan jangan salah, kita juga ada mata kuliah bahasa Indonesia, PKN, agama, matematika, fisika, dll tapi pastinya yang berhubungan dengan farmasi bahasannya.
Untuk ruang lingkup yang dipelajari di farmasi gak selalu tentang obat, tapi kita juga mempelajari makanan, minuman, kosmetik, parfum, dan hampir semua hal yang kita temui setiap hari berhubungan dengan farmasi. Pokoknya kalo udah jadi anak farmasi ngertilah gimana pola hidup sehat yang benar, dan kita bakal lebih kritis sama banyak hal, misalnya dengan makanan yang kita makan, komposisi dari kosmetik yang kita pakai, jenis pasta gigi yang kita pakai, kita bakal lebih pinter buat milih produk yang kita pakai sehari-hari.

Tips kuliah di farmasi?

Yang penting banget adalah management waktu yang baik. Karena akan sering ada yang namanya kuliah dadakan, atau objek praktikum yang tiba-tiba berubah yang bikin kita harus ngebuat ulang laporan. Belum lagi untuk mahasiswa yang aktifis dan banyak ikut organisasi. Tapi jangan salah loh, walaupun anak farmasi kuliah dan praktikumnya super padat tapi anak farmasi banyak yang aktif organisasi kok bahkan sampai ke organisasi di universitas maupun nasional.

Selain itu yang terpenting adalah, jangan suka numpuk tugas dan laporan, karena bikin keteteran dan parahnya lagi bisa lupa sangking banyaknya. Kalau kalian tipe orang rajin dan disiplin, semuanya akan mudah. Tapi bukan berarti orang yang super deadliners dan berantakan kayak aku bakal sulit kuliah di farmasi. Semua akan gampang kalo kita berpandai-pandai dalam mengerjakan sesuatu.

Kuliah di farmasi mahal gak sih?

Sejauh ini aku rasa gak juga sih. Masalah buku, di perpustakaan ada lengkap, dosen juga kadang ngasih ebook ke mahasiswa. Selama lima semester aku kuliah di farmasi aku beli buku cuma pernah sekali atau dua kali gitu, soalnya aku lebih suka minjem di perpus atau cari ebook/jurnal di internet. Tapi kalo kalian suka beli buku gak apa juga, yah untuk harga emang mahal-mahal sih.

Biaya kuliah normal-normal aja, bahkan di Unand menurut aku murah dibanding universitas lain, beasiswa juga banyak asalkan kita rajin cari info. Biaya praktikum? Paling buat beli alat-alat kecil kayak pipet tetes, spatel, batang pengaduk, kertas saring, dkk. Kadang ada praktikum yang harus beli tanaman, obat-obatan, atau bahan-bahan lain dan itupun berkelompok kok, kalian gak sendiri. Untuk bahan yang mahal atau reagen itu semua udah tersedia di LAB.

Biaya penelitiannya gimana? Ya aku kurang tau sih kalo masalah ini, wong aku belum tahun akhir. Tapi denger-denger cerita senior sih, banyak yang penelitiannya gak bayar karena mereka ikut program PKM atau mereka ngambil proyek dosen, bukan cuma gratis tapi dapet duit juga, lagian di farmasi kekeluargaannya erat kok. Jadi kita bisa minjem alat-alat bekas senior juga kalo males beli, di LAB juga ada alat-alat buat penelitian yang bisa dipakai gratis.


Farmasis bukan pedagang obat dan tukang jaga apotek orang “No Pharmacy No Services”
Zaman dulu emang mungkin apoteker kerja di balik layar fokusnya emang ke obat (drug oriented) tapi farmasis zaman now udah beda, kita lebih ke patient oriented.

Bonus foto fakultas aku buat kalian yang udah baca sampe akhir :)
Ini foto jepret sendiri looh hehe

Wednesday, September 23, 2015

SUKSES SBMPTN ALA AFANI

Posted by Afani Rahmatika at 10:28 PM 0 comments

Udah lama gak nulis, dan ini nih janji aku mau sharing tentang perjuangan sbm belum juga aku tulis. Behubung aku gatau mau mulai dari mana, jadi maklum aja ya kalo lompat-lompat nanti ceritanya.

Jadi waktu itu setelah UN, cuma sempat 3 hari libur. Libur belajar, santai-santai deh pokoknya refreshing, walaupun gak puas dan gak cukup sih. Udah itu langsung deh bimbel di suatu tempat bimbel berwarna adadehh haha ntar dikirain promosi :D
Sebelumnya aku belum ada sedikitpun sih persiapan buat SBMPTN, aku waktu itu masih yakin-yakin aja lulus undangan, yah dengan PD nya aku ambil satu pilihan aja waktu ngisi SNMPTN kemaren yang yah sudahlah gausah di kenang :(

Okay, hari pertama dan seterusnya sampai tanggal 9 Mei itu, aku gak serius belajar dan gak serius try out. Try out nyontek, belajar sambil main-main, masuk kelas telat. Sampai pengumuman tanggal 9 Mei kemaren aku gak lulus SNMPTN :((((( baru deh aku mulai sadar kalo aku butuh dan HARUS belajar keras. 

Sebenarnya inti dari suka duka aku tes SBM sampai lulus itu cuma 2, yaitu usaha dan doa. Masalahnya usahha yang kayak gimana dan doa yang kaya gimana yang baik. Btw, ini baik menurut aku ya hahaha kalo kalian cari cara sendiri yang cocok. Aku bagi-bagi pengalaman cuma sekedar mau sharing aja. Oh iya btw, aku lulus SBMPTN di pilihan pertama yang emang impian aku alhamdulillah :)

Yang paling penting itu adalah keyakinan dan keseriusan. Jauhi segala sesuatu yang gak berhubungan sama SBMPTN selama kalian ingin sukses. Kalo dari pengalaman aku sih ya, yang biasanya sibuk keluyuran sama temen-temen sekarang malah sibuk ngongkrong di tempat bimbel, yang biasanya aktif sosmed tengah malam, sekarang aku aktif sama buku-buku tebal yang selalu menemani :). Yang biasanya suka jalan makan-makan sama temen sekarang jadinya makanin pelajaran-pelajaran di tempat bimbel. Begitulah singkatnya.

Intinya sibukan diri dengan kegiatan positif, buat pola belajar yang baik. Jauhi segala hasutan-hasutan setan yang ngajakin kesana kesini yang gak ada manfaatnya. Berkorbanlah demi masa depan guys :')
Kalo pola belajar aku sih ya, rutinnya pagi bimbel, terus habis bimbel belajar tambahan di tempat bimbel sampai magrib baru pulang. Pulang kerumah gak langsung belajar sih, belajar berlebihan gak bagus soalnya, santai aja tapi serius. Yah sekedar refreshingnya nonton tv lah atau ngegames atau main-main di dunia maya dsb. Udah itu aku tidur, sampai jam 1 aku bangun lagi, belajar sampai jam 3. Soalnya jam jam ini nih yang sunyi tenang tanpa gangguan. Kurang lebih kayak gitu sih kegiatan selama sebulan sampai tes SBMPTN nya.

Jangan lupa, jangan tinggalin ibadah ya. Soalnya usaha kan harus diiringi dengan doa. Aku bukan sok alim atau mentang-mentang lagi butuh jadi medadak rajin ibadah. Tapi hanya memperbanyak. Yang biasanya ngelakuin yang sunah sekali-sekali sekarang jadi rutin gitu. Rutinitas aku yah yang pasti ibadah wajib jalan terus ya, dan jangan lupa selalu selipin doa. Jangan banyak-banyak, yang kalian emang butuhin aja. Kalo doa  aku sih yang berhubungan sama kelulusan dong hehe. Dan yang penting kalo doa, jangan buru-buru kayak baca mantra, jangan ngasal, jangan cuma sekedar nyebut aja. Tapi hayati pakai hati, doanya sungguh-sungguh, minta sama tuhan, yang khusyuk. Selain itu, sholat duha tiap hari sebelum berangkat bimbel, malamnya sebelum belajar yang jam 1-3 itu tahajud dulu.

Dari hasil-hasil try out aku di tempat bimbel, selalu ngecewain. Aku gak pernah lulus di tempat yang aku pengen. Aku butuh passing grade sekitar 40% dan aku gak pernah nyampe itu sampai try out terakhir :( Paling tinggi aku sanggup cuma sampe 35% itupun udah mati-matian belajarnya.
Sampai waktu hari-hari terakhir itu ada konsultasi untuk milih jurusan sama guru bimbelnya. Aku ngotot mau masuk yang aku pengen, tapi gurunya nyaranin gausah diambil. Dia nyaranin aku ambil yang pasti-pasti aja. Tapi gimana lah ya, aku gak bisa kalau aku gak suka. Aku aja sampai konsultasi 2 kali hahaha. Di konsul yang pertama itu udah sampai 2 jam gak selesai-selesai gara-gara aku ngotot dan gamau nurutin kata gurunya. Dan di konsul yang kedua tetap kaya gitu, dan kayaknya gurunya lelah ngeliat aku akhirnya dia bilang. "Kalo emang mau ambil aja, tapi belajar yang keras lagi ya". Sejak habis konsul aku sering kepikiran buat mundur aja dari pilihan aku yang ketinggian. Aku mintain pendapat dari banyak orang, dari orangtua, teman-teman dekat, dan siapapun yang ketemulah pokoknya. Yang intinya saran dari mereka. "Mending ambil yang kita suka di pilihan pertama, daripada kita penasaran dan nyesal". Yah benar juga, kalaupun aku buang-buang pilihan aku gak peduli, yang penting aku suka. Untuk pilihan kedua dan ketiga sih terserah apapun aku turutin, yang penting pilihan pertamanya yang cita-cita aku. Daripada penasaran dan menyesal :')

Dan akhirnya aku pilih deh yang aku suka di pilihan pertama, yang pasti setelah daftar aku belajarnya lebih keras lagi demi bisa kesampean dan buktiin ke orang-orang yang bilang kalau aku gak akan bisa karena passing grade aku rendah. Emang dari 6 kali try out aku pernah dapat 27%, 29%, 26%, 30% sekitar itulah gak pernah lebih dari itu, cuma sekali dapat 35% di TO yang terakhir. Emang masih sangat jauh, tapi selagi kita yakin, terus usaha dan berdoa, tuhan pasti bakalan bukain jalan buat kita (?)

Oh iya ini tips buat ngerjain soal-soal SBMPTN. Karena soalnya pakai sistem minus kalo salah jadi ngerjainnya harus hati-hati yaa. Jangan jawab semuanya, jangan cap cip cup, jangan pakai feeling, jangan nyontek siapapun. Kalau kalian belajar dengan benar, kalian pasti bisa. Biasanya dari semua soal, yang paling membantu buat nambahin skor nilainya itu di bagian soal TPA, untuk TPA ini latihannya banyak-banyak aja ngerjain soal-soal TPA, karena kesuksesan buat soal-soal TPA itu ya dari pengalaman seberapa banyak dan seberapa sering kita ngerjain soal TPA sebelumnya.

Ujian pertama biasanya SAINTEK dulu, nah ini nih yang bikin kita pusing. Soalnya susah-susah banget. Aku aja Fisika kayaknya minus deh dari 15 soal hahaha itu sih menurut aku, soalnya gaada kunci jadi gatau aku benar yang mana dan salah yang mana aja -_- soal matematika aku cuma jawab 2, fisika jawab 3, kimia sama biologi lumayan banyak. Kira-kira dari semua soal saintek aku jawab cuma belasan doang. Pokoknya apapun yang terjadi, jawablah jawaban yang kalian benar-benar tau jawabannya dan benar-benar yakin kalau itu benar. Kalau masih bingung atau ragu-ragu tinggalin, jangan mikirnya sayang banyak yang gak keisi, tapi minus satu itu lah yang sangat disayangkan. Satu poin sangat berarti. Dari 74 PTN dan ratusan ribu pendaftar, ingat peluang sangat kecil untuk lulus, saingan sangat berat, jadi seriuslah dengan soal dan jawab jawaban yang benar-benar kalian tau jawabannya. Apalagi jurusan tujuan aku yang pesaingnya setiap tahun 2000an orang dan tahun ini cuma tersedia 45 kursi :') hiks
Kerjain soal dari mulai mata pelajaran yang kalian suka dulu. Jangan sampai ada mata pelajaran yang kosong, alias gak dijawab sama sekali. Dan jangan samapi ada mata pelajaran yang minus, paling tidak dapatlah skor satu, dua tiga atau benar satu soal aja tanpa salah. Karena dengar-dengar sih ya, waktu aku tes kemaren kata tempat bimbelku, kalo 2 mata pelajaran minus atau gak ada skornya otomatis kita kena diskualifikasi. Fyi, dari semua soal yang jumlahnya kalo gaksalah ada 150 soal aku cuma jawab 60 atau 70an dan banyak salahnya setelah di cek di tempat bimbel :( tapi kunci sbm sebenarnya kan gak ada yang tau ya.
Jangan nyontek, sekali lagi jangan nyontek, karena nyontek itu sering menjerumuskan kita. Apalagi kalo nyontek ke orang asing, atau ke orang yang kode soalnya beda -_-
Oh iya, yang paling penting dan sering jadi kesalahan orang-orang nih. Sebelum ngerjain soal isi dulu data nya dengan lengakap, jangan ngisi datanya belakangan. Karena kurang satu aja, kita bakalan gak lulus. Selesain dulu dengan lengkap, baru kerjain soalnya okay.

Kalau tes sbm, jangan lupa bawa jam tangan, untuk ngontrol waktu ngerjain ujian. Jangan lupa bawa semua atribut ujian kayak pensil, papan, penghapus, kartu ujian dan semua-semua yang dibutuhin. Jangan sampai minjam-minjam yaa. Oh iya selama perjuangan menjelang SBMPTN jangan lupa, hindari makanan-makanan yang gak bermanfaat seperti junk food yang cuma buat nurunin kecerdasan aja. Perbanyak mengkonsumsi makanan bergizi dan hindari jajan-jajanan yang banyak menggunakan kimia-kimia yang gak baik. Kalau perlu konsumsi multivitamin selama sebulan menjelang tes. Aku waktu itu makan multi vitamin setiap hari, sebelum bimbel. Yah setidaknya, nambah-nambah gizi biar otak kita enak diajak belajar.
Sehari sebelum ujian, survey dulu tempat ujiannya pokoknya sampai kalian liat kursi duduk kalian waktu ujian yang mana. Karena kita gatau besoknya bakalan gimana, manatau tidur kesiangan atau macet parah atau ban bocor, atau apapun yang gak diinginkan terjadi.

Sebenarnya aku belajar cuma satu bulan itu sangat kurang. Itu aja sampe belajar siang malam dan sampai mau tes masih kurang. Masih banyak materi yang aku belum kuasai, aku cuma modal nekat dan sok-sok tau aja waktu tes untungnya yang keluar adalah soal-soal yang aku benar-benar tau jawabannya.
Disinilah aku paham kalau "waktu adalah uang" hargai waktu, karena aku pernah merasakan gimana rasanya kekuarangan waktu. Waktu terus berjalan dan gak akan balik lagi :')

Apa lagi yaa..
Intinya sering-sering ngerjain soal-soal yang levelnya setara dengan level soal sbm, makan makanan yang bergizi, jauhi teman-teman yang pikirannya hang out mulu, fokus belajar, gak apa-apa kita kayak di penjara jadi anak rumahan atau ngabisin waktu seharian di tempat bimbel yang penting kita lulus. Ini buat kuliah loh, KULIAH, yang nentuin kemana arah masa depan kita. Oh iya, jangan asal pilih jurusan, karena kalo asal-asalan yah kayak gitulah, gak bakalan tenang hidup di kuliahan, ngabisin duit orangtua aja. Jangan lupa perbanyak ibadah, karena ingat semua terjadi atas kehendakNya. Susunlah masa depan sedini mungkin hehehe

Selagi kalian yakin dan percaya, lakukan yang kalian inginkan. Terus berusaha dan berdoa, karena tuhan akan membalas usaha dan mengabulkan doa mereka yang sungguh-sungguh.

Gak ada yang sulit selagi kita belajar, sulit itu buat mereka yang suka putus asa.

Semangat buat kalian yang mau ikutan SBMPTN!

Thursday, June 25, 2015

TERNYATA MASUK PTN GAK SEMUDAH EKSPETASI

Posted by Afani Rahmatika at 1:55 AM 0 comments
Helloo readers,

Sebelumnya aku agak shock sih, pas iseng buka blog setelah sekian lamanya ehhh gataunya visitorsnya banyak juga. Gak nyangka ada juga orang yang sudi mau mampir baca-baca di blog aku hehehe.

Okay kali ini aku mau bahas tentang pengalaman aku berjuang mau ngelanjutin studi ke PTN.

Jadi sebelumnya banyak banget sekolah tinggi, perguruan tinggi swasta, akademi, dan lainnya bakalan dateng ke sekolah buat promosi nawarin masuk ke tempat mereka. Biasanya di awal-awal kelas 3 SMA, semester 1 bahkan sampai semester 2 dan sampe lulus SMA masih banyak juga yang buka.

Sebelumnya aku gak terlalu peduli sama kecil besarnya peluang masuk PTN, yang aku pikirin cuma aku daftar, berdoa, dan berharap akan diterima. Tapi setelah beberapa waktu lalu aku tes SBMPTN aku baru sadar, selama ini aku salah strategi, pengen nyesal tapi udah gak ada gunanya. Yaudahlah, btw sekarang aku masih nunggu hasil pengumuman SBMPTN nih, doain yaahh hahaha

Jadi buat masuk PTN itu banyak banget jalurnya, ada jalur undangan (SNMPTN), jalur tes tertulis (SBMPTN), ujian mandiri, dan banyak lagi yang lainnya tergantung dengan universitasnya masing-masing.

Tiap tahun banyak banget orang yang gagal di jalur SNMPTN (yaiyalah afanii jalur gaib kaliii). Menurut mereka yang sudah berpengalaman banyak yang bilang jalur SNMPTN itu jalur gaib, karena kita gak tau bagaimana mereka menilainya, dan bahkan tidak sedikit mereka yang tergolong "pintar" dinyatakan tidak lulus SNMPTN. Tapi sebenarnya enggak, sebenarnya ADA cara penilaiannya. Mereka yang tergolong "pintar" tadi banyak salah strategi. Termasuk aku juga agak salah strategi, maksudnya bukan aku termasuk pintar, tapi termasuk salah strategi. Ah yasudahlah kok melenceng gini yaa.

Oke ini dia, aku kasih tau rahasia sukses SNMPTN, tapi gak jamin bener yaa. Ini juga aku dapat info dari suatu tempat. Sebenernya sih aku agak lupa, ini seinget aku aja. Jadi penilaian SNMPTN itu ada banyak kategorinya,

Yang pertama dilihat dari letak universitasnya dari daerah kita. Prioritasnya dilihat dari daerah yang dekat. Misalnya aku nih, sekolah di Jambi, aku bakal lebih di prioritasin kalo aku milih kuliah di Unsri dibandingkan milih kuliah di Cendrawasih. wehehehe. Bahkan lebih bagus lagi kalo kita milih PTN yang satu daerah sama kita. Misalnya tadi aku sekolah di jambi, nah kalo aku pilih Unja maka aku bakalan di prioritasin. Diprioritasin banget malah. Soalnya anak daerah itu biasanya diutamakan.

Yang kedua, dilihat dari alumni kita. Jadi liat di PTN mana yang alumni sekolah kita banyak dan mereka berprestasi, maka peluang kita makin besar masuk sana. Ingat alumni berprestasi yaa kecuali di PTN yang ngeblack list sekolah kita, kalo sekolah udah kena black list mau bagaimanapun semua kategori memenuhi, tetap bakalan susah banget. Soalnya aku udah liat temen aku yang gagal gara-gara sekolah kita kena black list sama suatu PTN. Kalo ngotot dijamin gak lolos. Eh gak jamin juga sihh tapi mending cari aman ajalah.

Yang ketiga, ternyata setiap PTN itu menilai sekolah kita. Kalo yang ini aku gak ngerti juga sih, soalnya itu rahasia PTNnya masing-masing, pokoknya sekolah kita udah dikasih nilai sama masing-masing PTN, mungkin tinggi rendahnya nilai sekolah kita tergantung dengan kategori-kategori yang udah disebutin tadi.

Yang terakhir dan yang paling penting dari yang udah aku sebutin tadi adalah precentile nilai kita, Sebenarnya sih aku juga gak ngerti gimana cara nyari precentile, tapi intinya gini. Liat aja di mapel apa nilai tertinggi kita, maka pilihlah Fakultas yang berhubungan dengan mapel itu. Misalnya nih nilai tertinggi kalian Biologi, setelah itu Matematika, setelah itu Bahasa Indonesia, dan seterusnya dan yang terakhir Fisika. Nah kalo Fisikanya bukan nilai tertinggi kalian, jangan mimpi deh mau masuk teknik. Mau teknik apapun yang kalian pilih peluangnya kecil banget. Karena yang paling penting di teknik itu ya nilai Fisikanya. Walaupun kalian termasuk anak "pinter" yang dari kelas satu sampai akhir juara pertama terus, tetep aja mereka yang nilai Fisika tertinggi lebih diutamain daripada kalian.

Intinya nilai kalian tetap yang paling penting dari semua kategori penilaiannya. Buat kategori yang lain itu cuma sebagai penunjang aja.

Itu aja sih yang aku inget, tapi aku gak jamin kebenarannya yaahh, mungkin bagi kalian yang kebaca post aku kali ini bisa dijadikan bahan pertimbangan buat mikir-mikir kalo mau ikutan SNMPTN. Sayang loh kalo salah strategi, soalnya ikut SNMPTN itu cuma sekali seumur hidup :')
Ntar kalo tiba-tiba aku inget yang lainnya, aku bakalan edit deh post ini buat nambahin apa aja yang kelupaan.

Kali ini kayaknya aku mau bahas SNMPTN dulu deh, aku gak sanggup buat ceritain tentang SBMPTN, aku gak suka bicarain sesuatu yang gak pasti. Soalnya aku aja belum kelar SBMPTNnya tunggu pengumuman nanti atau kapan-kapanlah aku bagi-bagi ceritanya.

Intinya, masuk PTN itu suliiit banget, mungkin mudah bagi mereka yang pinter, rajin, beruntung, dan sebagainya. Yah kalo aku sih rajin enggak juga, pinter enggak begitu, hidup aku terlalu mengikuti arus. Untungnya selama SMA aku dapet temen-temen yang rajin belajar, jadi lumayan lan AGAK nular gitu rajinnya haahaha.

Intinya tetap semangat, jangan menyerah, karena sesuatu yang baik itu memang banyak rintangannya. Semakin banyak rintangannya, semakin besar pula kenikmatannya diujung nanti. god bless you all!

Tuesday, November 18, 2014

Tes Beasiswa President University

Posted by Afani Rahmatika at 7:56 AM 43 comments
Awalnya aku cuma iseng sih ngikut" temen buat tes beasiswa PU, soalnya tesnya gratis, gak ribet, lokasinya juga di sekolah. Sebelumnya aku gak tau apa" tentang PU, yang aku tau PU itu mahal banget trus semua orang pada pengen masuk sana itu aja sihh, sampai suatu hari ada abang" dari president university masuk ke kelas aku dan presentasiin tentang president university, aku lumayan tertarik sih, soalnya keren, terjamin, dan peluang sukses kalo lulus dari sana itu besar.

Okay, singkat cerita, aku ikutan tes beasiswanya...
Waktu itu hari minggu, yah sebelum berangkat ke sekolah aku jemput temen dulu, dan kita berangkat bareng, dan OMG Hellowwww aku lupa kalo pagi itu ada acara colour run, jadi aku kena macet lamaaaaa banget, mana udah telat lagi :")

Waktu sampe di sekolah ternyata tesnya belum mulai, alhamdulillah ga jadi telat hahha
Okay, akhirnya aku segera masuk kelas dan duduk paling belakang, soalnya aku takut paling depan, bawaannya seram gitu.

Aku milih jurusan akuntansi, soalnya kata kakak" PU nya jurusan" yang sejenis itu lebih mudah daripada ngambil teknik sama engineering.

Sebelum tesnya mulai, kita disuruh isi data" gitu, lumayan ribet lah tapi dibimbing kok sama kakak" dari PU nya. Dan ngeselinnya di depan sekolah lagi ada acara colour run jadi ribut banget, bunyi musiknya kencang bangetttt :(

Nah, langsung aja, tesnya pun dimulaiiii (oh iya, semua soalnya pake bahasa inggris)
Aku mulai ngerjain soal dari bahasa inggris dulu, karena aku pikir bahasa inggris nya gak begitu nguras otak dibanding dengan matematika dan psikotesnya. Dan ternyata, tuhan berkehendak lain pas di lembar pertama sih masih bisa ngerjain 6 soal pertama, dan lembar berikutnya, yaampunnnnn. Rasanya aku pengen lambai" ke CCTV gak sanggup lagi bahasanya berat banget, aku gak ngerti apa" walaupun udah dibaca berkali-kali, Emang sih kalo soal pemahaman teks gitu aku gak suka dan gak begitu bisa, soalnya vocab aku kurang bangett jadi gak ngerti deh :')

Karena aku frustasi ngeliat soal" bahasa inggris, akhirnya aku langsung mau pindah aja ngerjain matematika dulu, dan ternyata waktu buka lembar pertama.... Aku shock banget, aku gak salah soal kan??? soalnya ituuuuuu mudah banget, kalo dibandingin dengan bahasa inggris yang aku kerjain tadi itu perbandingannya 1 : ~ jauhhh banget (maaf ya aku lebay banget, tapi beneran loh bahasa inggrisnya susah banget) Kebanyakan soal matematikanya itu keluar dari pelajaran" waktu SMP, SD, dan sedikit pelajaran SMA. Pokoknya mudah banget, ada jumlahin pecahan, ngitung akar kuadrat, aljabar, ngitung keliling segi empat, volume, kalo pelajaran SMA nya yg aku ingat ada matriks (cuma disuruh nyari determinan) sama program linier yg soal cerita.

Next, aku (coba) ngerjain soal psikotesnya, dan sayang banget vocab ku benar" minim, jadinya banyak yang cap cip cup dehh :(. Soalnya itu mirip" soal TPA. Kalo aja bahasa inggris ku bagus, mungkin lancar deh ngerjainnya... (kalo aja)

Setelah selesai cap cip cup, akhirnya beres juga deh soal matematika sama psikotesnya, dan balik lagi aku ngerjain bahasa inggris :( yang bagian grammar aku masih lumayan bisa sihh, tapi yang teks :((( akhirnya aku buletin jawabannya suka" aku aja, aku mikirnya gapapalah kan cuma uji" kemampuan donag ikut tes PU aku gak begitu ngarep juga sih bakalan lolos :") tapi kalo lolos alhamdulillah

2 Minggu kemudiann (aku juga lupa sih 2 minggu atau 1 minggu kemudian, haha namanya juga latepost)

Pas lagi gosip" di kelas, eh ada yang teriak kalo hasil pengumuman tes beasiswa PU udah bisa di liat di email atau account masing". Dannnnnn yaampunn aku gak nyangka banget, padahal aku gak ada persiapan sebelum tes, aku gak belajar, atau apalah, aku cuma doa doang, dan alhamdulillah aku lulus beasiswanya kategori 2.



Tapi sayangnya papaku bilang gausah diambil lah dengan beribu alasan gitu, setelah aku pikir" lagi, akhirnya aku putusin buat gausah diambil :") aku mikirnya, orangtua pasti tau yang terbaik buat kita, jadi ikutin aja apa kata mereka :)
 

Afani Rahmatika Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review